Yohanes Ekajaya Chandra Penggemar Film Slasher Dan Dogma

Film Slasher Dan Dogma Digemari YEC

Yohanes Ekajaya Chandra adalah satu penikmat film tingkat dewa. Sudah ribuan, bahkan puluhan ribu jenis film yang ia tonton. Bahkan ia rela tidak tidur selama berhari-hari demi menamatkan serial-serial film yang ia sukai.

Genre film yang paling disenangi oleh Yohanes Ekajaya Chandra adalah genre film yang berjenis slasher. Menurut pengertiannya, slasher adalah suatu jenis atau genre film yang yang berkutat tentang pembunuhan dan psikopat. Sosok psikopat menjadi sosok yang penting bagi film bergenre slasher. Bila sosok psikopat tidak dihadirkan, maka film tersebut akan turun derajatnya menjadi film suspens, thriller, atau horor.

Beberapa judul film yang pernah Yohanes Ekajaya Chandra tonton seperti Human Centipede, Killers, Holocaust Cannibal, Texas Cut, dan masih banyak lagi. Baginya menonton film slasher adalah menggali sisi kebiadaban dari seorang manusia. Sosok manusia yang tanpa nurani hadir melakukan kegiatan seperti pembunuhan, perkosaan, dan penculikan.

Menurut Yohanes Ekajaya Chandra, peran dan fungsi dari film slasher adalah untuk mengingatkan manusia betapa pentingnya rules atau peraturan. Baik itu peraturan adat, agama, atau pun hukum. Semua aturan-aturan tersebut dibuat untuk membuat harkat, martabat, serta harga diri manusia berada pada level beradab.

Yohanes Ekajaya Chandra menambahkan bahwa publik sinema Indonesia pasti pernah menonton film berjudul “SAW”. Ia yakin bahwa tidak mungkin pecinta film tidak pernah menonton film tersebut.

Kemudian Yohanes Ekajaya Chandra pun menjelaskan tentang salah satu genre film yang baginya sangat keren, yaitu dogma. Genre film ini mungkin setingkat di atas slasher, sebab genre film dogma adalah film yang menampilkan tentang seseorang atau beberapa manusia yang ingin direkam saat melakukan aksi bunuh diri. Mereka, para manusia yang ingin bunuh diri tersebut ingin menampilkan bunuh diri mereka secara artistik, atau se-art mungkin.

Singkat kata, menurut Yohanes Ekajaya Chandra, bunuh diri kemudian menjadi seni dan suatu keindahan. Bila dikaitkan ke dimensi yang berbeda, dalam jenis komik, genre dogma ini dikisahkan secara menarik oleh komik yang berjudul DeadTube.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *