Johanes Chandra Ekajaya

Yohanes Chandra Ekajaya – Polisi Duga Gafatar Terlibat Kasus Hilangnya dr Rica

Yohanes Chandra Ekajaya – Polisi Duga Gafatar Terlibat Kasus Hilangnya dr Rica

Yohanes Chandra Ekajaya, Jakarta – Beberapa waktu yang lalu, masyarakat Indonesia dihebohkan dengan kasus hilangnya seorang dokter muda bernama Rica Tru Handayani. Tidak hanya sendiri, ia hilang bersama anaknya yang masih berumur balita. Setelah kasus ini mencuat, pihak kepolisian menduga hilangnya sang dokter tersebut ada kaitannya dengan kelompok Gerakan Fajar Nusantara atau Gafatar. Oleh karena itu, saat ini pihak kepolisian mulai mendata setiap pengikut organisasi tersebut.

Johanes Chandra Ekajaya

Johanes Chandra Ekajaya

Kepada Johanes Chandra Ekajaya, pengamat Al-Chaidar menyatakan jika Gafatar merupakan organisasi yang cukup lama berdiri di Indonesia. Kelompok ini merupakan hasil perpaduan organisasi Milata Abraham dan Al-Qaeda Al-Islamiyah Indonesia. Dulunya organisasi tersebut merupakan KW9 aliran sesat yang sengaja dibuat oleh pemerintah Indonesia demi melindungi ideologi pancasila.

Kabarnya selain dokter Rica, beberapa orang lainnya yang berasal dari Yogyakarta juga hilang dan kuat dugaan gabung dengan Gafatar. Kuat dugaan organisasi gafatar hanya merekrut para mantan aktivis yang memiliki jiwa muda dengan berbagai macam profesi. Seperti yang dilansir Yohanes Chandra Ekajaya dari laman Beritasatu (13/1/2016).

Menanggapi adanya kasus ini, Budhy Munawar Rahman selaku pengamat Islam dan staf pengajar dari Universitas Paramadina menyarankan agar polisi harus berhati-hati dalam mengungkap kasus ini. Selain itu, pihak kepolisian juga dilarang untuk menjudge bahwa Gafatar merupakan aliran sesat. Sebab hanya MUI lah yang berwenang menyatakan hal tersebut.

Johanes Chandra Ekajaya

Johanes Chandra Ekajaya

“Tak boleh begitu mudah memberi penilaian bahwa kelompok ini sudah melakukan tindakan kriminal. Karena di situ ada kebebasan orang untuk mengikuti (ajaran), itu harus jadi bagian dari pertimbangan dan bagian dari HAM,” ujar Budhy seperti yang dikutip Yohanes Chandra Ekajaya dari laman BBC (13/01/2016).

Irjen Anton Charliyan selaku Kabid Humas Mabes Polri menyatakan jika saat ini pihaknya hati-hati mendalami kasus Gafatar. Saat ini pihaknya sedang melakukan penelusuran mengenai keberadaan dan juga tujuan dari organisasi Gafatar.

“Tapi apapun juga alasannya, ini sangat berbahaya karena menghancurkan keyakinan yang sudah ada, yang tidak sesuai dengan syariat-syariat agama, agama manapun juga, bukan hanya Islam, Nasrani pun demikian,” ungkapnya.