Yohanes Chandra Ekajaya Membangun Budaya Literasi 2

Yohanes Chandra Ekajaya Membangun Budaya Literasi

Literasi yang saat ini mulai dikenal oleh guru pendidikan dasar, menengah, dan dosen ini merupakan konsekuensi terhadap kebijakan pemerintah untuk menjadikan peserta didik sebagai pembelajar sepanjang hayat. Kebijakan ini dilandasi oleh fakta bahwa pendidikan yang dilaksanakan belum menunjukkan fungsi sekolah sebagai organisasi pembelajaran yang berupaya menjadikan warga terampil membaca untuk mendukung sebagai pembelajar sepanjang hayat kata Yohanes Chandra Ekajaya selaku pengamat pengamat budaya.

Yohanes Chandra Ekajaya Membangun Budaya Literasi

Pengertian literasi sekolah dalam konteks GLS adalah kemampuan mengakses, memahami, dan menggunakan sesuatu secara cerdas melalui berbagai aktivitas, antara lain membaca, melihat, menyimak, menulis, atau berbicara. Istilah literasi tak sekadar pelengkap dari judul panduan tersebut. Makna kata literasi yang terkandung dalam panduan ini bernilai positif khususnya dalam keikutsertaan mengembangkan ilmu pengetahuan pada peserta didik.

 

Secara lebih khusus, kata Yohanes Chandra Ekajaya literasi erat kaitannya dengan keterampilan membaca. Keterampilan reseptif ini merupakan komponen penting dalam kehidupan karena pengetahuan diperoleh dari membaca.

Yohanes Chandra Ekajaya Membangun Budaya Literasi 2

Kemampuan berliterasi peserta didik berkaitan erat dengan pemenuhan kualifikasi keterampilan membaca. Dengan keterampilan ini, peserta didik tidak sekadar membaca teks tanpa pemahaman makna/ informasi yang utuh, melainkan mampu menghasilkan pemahaman informasi secara analitis, kritis, dan reflektif. Oleh karena itu, sebagai peserta didik, menumbuhkembangkan budaya literasi merupakan keniscayaaan guna pemerolehan pengetahuan, yang akhirnya dapat digunakan sebagai modal pembentukan insan berkualitas, produktif, berdaya saing, berkarakter, dan nasionalis. Namun persoalannya adalah bagaimana menumbuhkembangkan budaya literasi (khususnya minat baca) pada para peserta didik?

Yohanes Chandra Ekajaya Membangun Budaya Literasi 3

Bekaitan dengan penumbuhkembangan budaya literasi, langkah yang diambil Kemdikbud melalui pemberlakuan Permen Nomor 23/2015 mengembangkan fungsi sekolah untuk menyelenggarakan berbagai kegiatan. Salah satu kegiatan tersebut berupa membaca buku nonpelajaran sebelum waktu belajar dimulai selama 15 menit atau disesuaikan dengan kondisi sekolah masing-masing.

 

Dengan kegiatan literasi ini kata Yohanes Chandra Ekajaya sedikit demi sedikit akan menumbuhkan budaya mebaca sehingga para pelajar dari berbagai tingkat akan lebih aktif dan banyak memiliki referensi dalam peemahaman mereka. Selain itu juga sebagai penambah wawasan selain pembelajaran di dalam ruangan.

 

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *