Johanes Chandra Ekajaya

Unsur Pornografi di Kemasan Snack Bikini

Johanes Chandra Ekajaya

Yohanes Chandra Ekajaya, Berbagai macam jenis cemilan bisa kita jumpai di jaman modern seperti saat ini. Bahkan cemilan unik seperti Snack Bikini. Namun, kehadiran cemilan merek Bikini membuat heboh masyarakat. Snack Bikini alias Bihun Kekinian ini mengandung unsur ‘ Pornografi ‘ di bagian kemasan. Herannya, Snack Bikini ini semakin hari semakin laris terjual. Snack Bikini tersebut banyak di pasarkan melalui Media sosial, Instagram. Harga Snack Bikini dibandrol mulai dari Rp15.000-Rp20.000 per bungkus. Pembelinya tentu saja kalangan anak-anak remaja masa kini yang aktif di Instagram.

Bukan hanya terdapat gambar yang seronoh melainkan juga terdapat tulisan ‘ Remas Aku ‘ yang semakin menambah unsur Pornografi dikemasan. Sempat terkuak bahwa Snack Bikini ini di produksi dari Bandung, Jawa Barat.

Tak heran warga Bandung semakin resah akan adanya Snack Bikini yang di nilai bisa merusak moral anak Bangsa sehingga melaporkannya ke Wali Kota Bandung yaitu Ridwan Kamil agar Snack Bikini ditarik dari peredaran.

Kang Emil sendiri belum melihat secara langsung kemasan Snack Bikini yang sedang ramai diperbincangkan. Kang Emil menegaskan kalau kreatif itu harus ada etikanya juga bukan harus berbau Pornografi.

Rupanya Snak Bikini tersebut belum terdaftar di Balai Besar Pengawas Obat dan Makanan (BBPOM). Kepala BBPOM Bandung Abdul Rahim beranggapan Snack Bikini tersebut ilegal karena BBPOM tidak pernah mengeluarkan nomor MD pada Snack Bikini tersebut sebagai penanda. Abdul Rohim juga menjelaskan BBPOM tidak mungkin mengeluarkan izin kalau kemasannya mengandung unsur Pornografi.

by :Yohanes Chandra Ekajaya

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *