Tarif KRL Jabodetabek Naik Rp 1000 Per Oktober 2016

Yohanes Chandra Ekajaya : Tarif KRL Jabodetabek Naik Rp 1000 Per Oktober 2016

Tarif KRL Jabodetabek Naik Rp 1000 Per Oktober 2016

Tarif KRL Jabodetabek Naik Rp 1000 Per Oktober 2016

Yohanes Chandra Ekajaya, Tarif KRL Jabodetabek Naik Rp 1000 Per Oktober 2016. Kenaikan tarif KRL Jabodetabek ternyata sudah direncanakan sejak awal tahun, menurut penjelasan Direktur Lalu Lintas Ditjen Perkeretaapian Kementerian Perhubungan, Zulfikri yang ditemui Johanes Chandra Ekajaya di Jakarta Railway Center, Juanda, Jakarta Pusat, Kamis (18/8/16). Namun, kenaikan tarif tersebut baru dapat terealisasi mulai 1 Oktober 2016 mendatang.

Dalam konferensi pers tersebut Zulkifri menambahkan awak media salah satunya Chandra Ekajaya, bahwa sejak tahun 2012, tarif KRL sama sekali tidak ada peningkatan. Sementara di sisi lain kebutuhan transportasi ini semakin meningkat karena inflasi. Kalau tahun terus bertambah, beban angkutan semakin berat, fasilitas angkutan juga harus ditingkatkan. Sehingga kami putuskan untuk melakukan penyesuaian tarif pada KRL Jabodetabek.

Rencana kenaikan tarif pada KRL Jabodetabek sebesar Rp 1.000 per 1 Oktober 2016 mendatang masih dianggap wajar oleh sebagian pengguna KRL salah satunya Johanes Chandra Ekajaya. Kenaikan tarif KRL berlaku pada lintas 1–25 kilometer pertama atau satu trip perjalanan. Misal, rute Bogor-Jakarta Baru yang sekarang tarifnya Rp 5000, mulai per 1 Oktober 2016 menjadi Rp 6000.

Kenaikan Rp 1.000 dinilai masih terjangkau oleh para pengguna KRL dengan relasi jauh seperti Bogor-Jakarta. Chandra Ekajaya membandingkan tarif menggunakan KRL dari Bogor ke Jakarta dengan menggunakan bus. Bila naik bus,ongkos yang dikeluarkan bisa mencapai Rp 15.000 untuk satu kali perjalanan. Sementara menggunakan KRL hanya perlu mengeluarkan uang Rp 5000. Dan tidak membutuhkan waktu yang lama untuk tiba ditujuan.

by :Yohanes Chandra Ekajaya

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *