Pulau Anambas, Bagaikan Maladewa di Kepulauan Riau

Yohanes Chandra Ekajaya : Pulau Anambas, Bagaikan Maladewa di Kepulauan Riau

Pulau Anambas, Bagaikan Maladewa di Kepulauan Riau

Pulau Anambas, Bagaikan Maladewa di Kepulauan Riau

Yohanes Chandra Ekajaya, Pulau Anambas, Bagaikan Maladewa di Kepulauan Riau. Berbicara mengenai wisata di Indonesia memang tak ada habisnya. Keindahan bumi pertiwi ini terbentang dari Sabang hingga Merauke. Pesona laut yang indah membuat para turis dari mancanegara selalu ingin balik lagi ke Tanah Air Tercinta ini.

Salah satu tempat wisata yang menyajikan keindahan laut yang sangat eksotis adalah Pulau Anambas. Meskipun jarang terdengar ditelinga masyarakat Indonesia, tetapi Pulau Anambas ini sudah tidak asing bagi wisatawan mancanegara. Pulau ini diibaratkan sebagai Pulau Maladewa versi Indonesia, lho.

Pulau Anambas terletak di Laut Cina Selatan tepatnya di Kepulauan Riau yang berbatasan dengan negara tetangga seperti Singapura, Malaysia, Vietnam dan Filipina. Pulau Anambas merupakan hasil pemekaran dari Kabupaten Natuna yang beribukota di Pulau Tarempa.

Pada tahun 2012, Pulau Anambas menjadi peringkat satu dalam kategori pulau tropis paling indah se-Asia yang mengalahkan pulau-pulau indah lainnya di Thailand, Malaysia dan Vietnam.

Hasil penelusuran Johanes Chandra Ekajaya, keindahan laut yang dimiliki Pulau Anambas tak kalah tersohor dengan wilayah Indonesia Timur. Pasir putih yang membentang luas, air yang jernih berwarna biru kehijauan membuat tempat ini menjadi surga untuk pecinta hobi diving, snorkeling dan scuba diving.

Apabila berkujung ke Pulau Anambas, jangan melewatkan untuk singgah ke pulau-pulau disekitarnya. Terdapat beberapa pulau disekitar Anambas yang masih sangat asri seperti Pulau Dayang, Pulau Berhala, Pulau Mengkait, Pulau Rongkat, Pulau Bawah, Pulau Selai, Pulau Ayam, Pulau Temawan dan Pantai Padang Melang.

Berada dipedalaman, akses menuju Pulau Anambas terbilang cukup sulit. Ada 2 cara yang bisa para pengunjung tempuh yang pertama dengan transportasi laut dengan naik Kapal PELNI yang berlayar hanya 2 minggu sekali dan Kapal Perintis yang memakan waktu lebih dari 12 jam, namun jadwal keberangkatan menggunakan kapal perintis terbilang tidak tentu.

Cara yang kedua menggunakan transportasi udara, para wisatawan bisa naik pesawat dari Tanjung Pinang menuju Bandara Matak. Setelah itu dilanjutkan dengan menggunakan perahu atau speddboat menuju Tarempa yang merupakan ibukota dari Pulau Anambas.Bagaimana apa kalian tertarik untuk mendatangi Maldivesnya Indonesia?

by :Yohanes Chandra Ekajaya

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *