Dok.Chandra Ekajaya

Petani Demo Pengelola Tol

Dok.Chandra Ekajaya

Ratusan warga Desa Japurabakti, Kecamatan Astanajapura, Kabupaten Cirebon demo kantor PT Semesta Marga Raya (SMR) selaku pengelola Tol Kanci-Pejagan, Senin (27/2). Mereka menuntut, untuk membuat saluran irigasi agar daerahnya tidak banjir.

Massa bergerak sekitar pukul 10.00 WIB dengan berjalan kaki menuju kantor SMR, yang jaraknya sekitar 4 km. Namun, ada juga warga yang naik mobil polisi dari polsek dan Dalmas Polres Cirebon. Aksi mereka jadi perhatian warga lainnya.

Spanduk mereka bawa dibentangkan sepanjang jalan. Massa pun mengajak warga lain agar ikut demo bersama mereka. “Yang kena dampak banjir dari tol, ayo ikut demo,” kata warga. Tak sedikit ada yang ikut ajakan tersebut. Koordinator Alysi, Mae , Azar mengatakan, demo ini yang sekian kali dilakukan warga, bahkan pernah blokir tol, namun tidak pernah ditanggapi pihak pengelola tol. “Sejak ada tol, daerah kami kebanjiran,” kata Mae.

Dok.Chandra Ekajaya

Mae menyebutkan, pihak tol harusnya membuat saluran air, agar air hujan tidak menggenang di daerah Desa Japurabakti. Kemudian, mulai Astanajapura sampai Ciledug tidak ada jembatan penyebarangan. “Padahal pernah ada lima petani bawang merah tewas kecelakaan disurudug mobil. Namun, mereka ditetapkan sebagai tersangka. Jangan masyarakat disalahkan, fasilitasnya harus disediakan,”terang Mae.

Mantan Ketua SPI Kabupaten Cirebon ini menjelaskan, masalah lain terowongan buat warga lewat selain sering banjir, juga malam hari gelap. Harusnya dipasang penerangan jalan umum (PJU) agar tidak ada kecelakaan.

“Sejak jalan tol berdiri belum sepersen pun CSR bagi masyarakat. Perusahaan harusnya ada dana CSR. Kita sering ada pertemuan, tapi tidak ada hasilnya pertemuan kali ini juga mengecewakan masyarakat,” ungkap Mae.

Erwan, Bidang Pemeliharaan Tol Kanci-Pejagan, mengatakan, sejauh ini pihaknya sudah melakukan keinginan warga, namun dengan cara bertahap. “Warga minta dibuatkan permanen, sekitar 300 meter, pasangan turap atau batu kali. Sudah datangkan excavator, sudah berkerja, banjir mulai surut. Kami siap bertahap 100 meter dulu, tapi warga inginnya langsung semua,” jelas Erwan.

Kepala Bagian Operasional Polres Cirebon, Kompol Yana mengatakan, anggota diterjunkan dari Polres Jajaran dan Sat Brimob Datasemen C Polda Jabar sebanyak 350 orang. “Akan diupayakan terus agar tuntutan bisa dilaksanakan,” kata Yana.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *