yohanes-eka-chandra-pengusaha-roti

Pengusaha Roti Yohanes Chandra

yohanes-eka-chandra-pengusaha-roti

Selama manusia ada, bisnis kuliner tidak akan pernah habis dan tidak akan pernah ada matinya. Menurut buku Riwayat Peradaban Larry Gonick, manusia yang hidup pada iklim sedang atau kering panas, akan membutuhkan tipe makanan yang awet. Sedangkan untuk masyarakat yang beriklim tropis, biasanya menyukai tipe makanan yang segar. Tetapi setelah adanya interaksi antar peradaban, masyarakat tropis pun bisa menyukai tipe makanan yang relatif awet. Sedangkan masyarakat beriklim sedang, sub tropis, dan kering panas pun justru lebih menyukai tipe makanan yang segar.

Salah satu jenis makanan yang awet dan berusia tua adalah roti. Menurut riwayat dan sejarah, roti adalah salah satu makanan yang sudah diciptakan sejak zaman lampau. Roti diciptakan oleh peradaban sungai Nil, yaitu Mesir. Pada awal penciptaannya, roti adalah hasil kreasi uji coba koki-koki kerajaan Mesopotamia. Bahan dasar roti adalah gandum. Sebelum formula pembuatan roti ditemukan, manusia menikmati gandum secara langsung.

Perkembangan selanjutnya ditemukan ragi roti yang berasal dari adonan lama dan ditambahkan pada adonan baru. Lalu akhirnya teknologi pembuatan roti menyebar ke seantero Eropa. Dan datang ke Nuswantara melalui kolonialisasi oleh Belanda, Inggris, dan Perancis.

yohanes-eka-chandra-pengusaha-roti

Pengusaha Yohanes Chandra Ekajaya kembali berinovasi dalam bisnis kuliner. Ia menyamakan karakter penduduk Indonesia dengan zaman Nuswantara, yaitu tidak menggunakan pengawet. Ia pun membuat inovasi-inovasi dan menggunakan strategi promosi roti sehat.

Mengedukasi masyarakat mengenai kesehatan dan roti yang sehat menjadi program edukasi dan marketing dari Yohanes Chandra Eka. Pada awalnya ia menjual roti di tempat yang sangat sepi pembeli. Karena merasa putus asa, akhirnya ia pun pindah ke lokasi atau tempat yang lebih strategis.

Saat mendirikan bisnis dan usaha roti ini, Yohanes Chandra Ekajaya hanya memiliki modal yang kecil. Peralatan-peralatan sederhana pun menemami perjuangannya dalam membangun usahanya di bidang kuliner, khususnya roti. Berbagai slogan-slogan pun pernah ia gunakan. Tetapi hanya satu visi yang ingin ia kenalkan ke masyarakat bahwa roti buatannya tidak menggunakan bahan-bahan pengawet.

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *