Dok.Buis Beton Chandra Ekajaya

Pengusaha Buis Beton Peninggalan Ayah yang Beromzet puluhan Juta Rupiah

Buis beton berfungsi sebagai pinggiran sumur, septiktank, gorong gorong dan lain sebagainya. Sumartono menjadi pengusaha di bidang konstruktor yaitu Buis beton, dia menjalankan bisnis ini turun temurun dari sang ayah yang menjadi pendulunya. Dia mempekerjakan 2 orang untuk memproduksi buis beton tersebut. Setiap harinya dia bisa memproduksi 50-70 buah beton yang dikerjakan oleh 2 orang pekerjanya tersebut. Pesanan dari toko toko bangunan sering dia terima, karena harga dan kualitas yang bagus buis beton miliknya jadi pilihan. Setiap harinya dia hanya menerima pesanan dan mengantarkan produknya ke para toko bangunan di wilayahnya. Ada juga masyarakat yang langsung beli kepadanya, ya dengan harga yang lebih murah.

Dia memproduksi buis beton dengan berbagai ukuran, antara lain ukuran diameter 80cm, 70cm, 60cm dengan tinggi antara 40-50 cm dengan harga yang terjangkau tentunya. Para pembeli dan pemesan lebih memilih produk miliknya karena harga yang dibawah yang lainnya, produknya juga bagus kualitasnya. Bisnis peninggalan ayahnya tersebut dia kerjakan dengan sepenuh hati. Selain buis beton dia juga memproduksi paving dan batako, 2 karyawan lain yang mengerjakannya. Selain memproduksi sendiri produk – produknya dia juga menjual pasir, koral, semen, bata merah dan bahan bangunan lainnya. Dia mengerjakan itu semua agar bisnis yang ayahnya jalankan dahulu tidak kalah saing.Dok.Buis Beton Chandra Ekajaya

Omset dari bisnisnya tergolong tidak terlalu besar, mungkin karena kalah saing dengan pabrik. 20 juta bisa dia kantongi dalam 1 bulan. Saat ini semakin banyak masyarakat yang membangun rumah tidak menggunakan kayu. Kayu lebih sulit dicari dan yang awet seperti kayu jati sangatlah mahal. Bata merah dan batako menjadi pilihan. Pasir, semen juga mengangkat usahanya. Saat ini juga ada bata ringan atau hebel tapi dia belum ingin memproduksi sendiri, karena bahan dan alatnya yang mahal. Bata merah dan batako biasanya digunakan masyarakat menengah kebawah, sedangkan masyarakat atas biasanya lebih suka dengan bata ringan atau hebel yang lebih awet dan cepat dalam pembangunannya. Dia bersyukur menjalani bisnis ini, dia bisa mempekerjakan orang dan menyelamatkan bisnis ayahnya yang dulu.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *