J Chandra Ekajaya & J Wijanarko

Membuat Tempoyak Ala Yohanes Chandra Ekajaya

J Chandra Ekajaya & J Wijanarko

Makanan satu ini sangat populer, khususnya bagi masyarakat asli Sumatera. Memiliki bahan baku yang tak biasa, tempoyak merupakan masakan berbahan baku durian yang difermentasi. Kerap disajikan sebagai lauk untuk menyantap nasi, tempoyak memiliki cita rasa yang sangat khas seperti menu kuliner nusantara. Yohanes Chandra Ekajaya bercerita bahwa cita rasa makanan fermentasi durian ini mengeluarkan rasa asam karenan terjadinya proses fermentasi pada daging bah durian sebagai bahan bakunya. Makanan ini sangat populer di kalangan masyarakat Indonesia, khususnya Bengkulu, Palembang, Lampung, dan Kalimantan. Penyajiannya pun bermacam-macam untuk tiap daerahnya, semisal di Palembang, tempoyak dimasak dengan campuran daging ayam. Kemudian di Lampung, tempoyak justru dijadikan sebagai bahan untuk membuat hidangan seruit atau campuran untuk sambal yang memiliki cita rasa pedas.

J Chandra Ekajaya & J Wijanarko

Yohanes Chandra Ekajaya bercerita bahwa tempoyak memiliki sejarah yang sangat panjang, dimana makanan berbahan baku durian tersebut pernah diriwayatkan dalam Hikayat Abdullah sebagai makanan pokok penduduk Terengganu. Dalam kisahnya, Abdullah bin Abdulkadir Munsyi berkunjung ke Terengganu sekitar abad 19, dan ia mengatakan bahwa makanan kegemaran penduduk setempat adalah tempoyak. Tempoyak merupakan makanan khas rumpun bangsa Melayu, yaitu suku bangsa Melayu di Malaysia dan Indonesia yang terdapat di Sumatera dan Kalimantan.

J Chandra Ekajaya & J Wijanarko

Yohanes Chandra Ekajaya pun berbagi resep untuk membuat makanan satu ini. Tempoyak dibuat dengan cara memilih durian yang memiliki daging yang banyak. Daging durian dipisahkan dari bijinya kemudian diberi sedikit garam. Setelah selesai, daging durian tersebut lalu diberi tambahan berupa cabe rawit yang dapat mempercepat proses fermentasi. Namun, berbeda dari fermentasi pada makanan lainnya, tempoyak membutuhkan proses fermentasi yang tidak boleh terlalu lama karena hal tersebut akan mempengaruho cita rasa. Setelah proses di atas selesai, adonan pun kemudian disimpan dalam tempat yang ditutup rapat. Tempoyak yang telah difermentasi selama 3 hingga 5 hari cocok untuk dibuat sambal. karena sudah asam dan masih ada rasa manisnya. Biasanya sambal tempoyak sangatlah cocok dipadukan dengan ikan teri, ikan mas, ikan mujair, ikan gurameh, ikan patin, dan beberapa ikan-ikan lainnya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *