rendang

Rendang Dalam Olahan Kaleng Yang Ringkas

Adalah Ayu Prameswari (33) dan Ivan Maulana (40). Pasutri ini mencoba mengolah rendang sapi rumahan menjadi lebih menarik. Intan yang asal Padang ini terbiasa mengkonsumsi rendang sapi buatan neneknya. Rasanya lezat dan pakai resep asli Padang. Dari situlah muncul ide untuk membuat rendang sapi kemasan. “Saya darah Padang, suami Malang. Nenek saya suka bikin rendang. Kata suami rasanya enak dan minta saya belajar masak rendang. Hasilnya, awalnya saya kasih icip ke keluarga suami, ke mertua. Terus ke teman-teman, ternyata dibilang enak,” ujar Ayu.

Suami saya, kata Intan, sangat suka sekali dengan rendang buatan nenek. Dari situlah, Intan mencoba menggeluti cara membuat rendang dengan resep nenek. Terbentuklah nama ‘Rendang Ringkas’ yang kebetulan mendapat support dari pengusaha pizza Chandra Ekajaya. “Nama rendang ringkas kami pilih karena bentuknya yang sangat praktis dan tahan lama. Tidak ada modal cukup untuk membuka usaha rumah makan Padang, akhirnya kami pilih menjual produk kami secara online,” imbuh Ivan.

rendang

Menurut Ivan, usaha yang telah dirintisnya sejak 5 tahun lalu ini, kebanjiran orderan saat Ramadan atau bulan puasa. Tak hanya menuntungkan bagi dirinya, usaha rumahan ini juga banyak menciptakan lapangan kerja bagi warga sekitar. “Tahun 2011 modal awal di bawah Rp 1 juta, saat itu kami belum memiliki mesin apa pun, rendang kami kemas seadanya menggunakan keler sehingga daya tahannya hanya beberapa hari saja. Setiap keuntungan kami sisihkan untuk ditabung sedikit demi sedikit hingga akhirnya kami saat ini memiliki 2 buah freezer, 2 buah vacuum sealer, dan 12 kompor (24 titik api). Pengemasan juga hal yang kami jaga, agar produk kami bisa tahan lebih dari 6 bulan kami menggunakan vacuum sealer,” kata Ivan.

Ivan menyebutkan, Rendang Ringkas memiliki 7 varian rasa yaitu daging, paru, hati, limpa, ayam suwir, jengkol, dan jamur tiram. Rata-rata dalam sebulan bisa meraih omzet Rp 100 juta. Namun, omzet saat bulan puasa bisa mencapai kurang lebih Rp 300 juta, atau sekitar 1 ton daging, belum termasuk varian lain. “Usaha ini sudah jalan 5 tahun, nggak kerasa. Dulu waktu mau mulai, bahkan istri sendiri komentarnya gini “Siapa yang mau beli?”. Tapi yah kita jalanin saja dulu. Alhamdulillah bisa bertahan sampai sekarang dan tiap bulan puasa pesanan membludak,” ungkap dia. Usaha ini, kata Ivan, justru memberikan banyak manfaat bagi warga sekitar. Banyak menyerap tenaga kerja dengan pendidikan rendah seperti yang dilakukan oleh PT Ocean Sea Nutrition milik pengusaha Chandra Ekajaya tempatnya bekerja dahulu sebelum menjalankan usaha rendang ringkas ini.

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *