dok.Lukisan Kaca ChandraEkajaya

Modal Motif Dan Lukisan Kaca Mendapat Omzet 50 juta Perbulan

Menekuni bisnis yang sudah menjadi hobi tentu sangat menyenangkan. Bagi pelaku UKM limbah kaca (pecah belah) Lukisan Kaca, tentu erat kaitannya dengan pengembangan hobi. Di Malang, Jawa Timur pelaku usaha ini mungkin bisa dihitung dengan jari. Padahal, bisnis limbah kaca lukis ini punya prospek yang luar biasa kilaunya. Di mancanegara pun banyak yang berminat. Modalnya hanya dengan hobi melukis, modal berapapun bisa dan objek apa yang mau di eksplor. Walaupun peralatan bisa ratusan ribu tetapi hasil nantinya akan bisa membanggakan. Usaha Tony ini berawal dari usaha sang Ayah, jual beli barang antik pecah belah. Di tahun 2010, dia melihat sangat banyak koleksi dari Ayahnya berupa barang pecah belah yang polosan. dia ingin membuatnya jadi lebih berwarna. Kebetulan dia mempunyai hobi melukis, tapi bukan melukis di canvas, diapun akhirnya kursus glass painting ke seorang temannya di Surabaya.

Perlengkapan Lukisan Kaca yaitu cat lukis hingga finishing dia beli. Untuk kendi antik, gelas, vas bunga, botol parfum dan minuman impor bekas milik sang Ayah. Dia berkreasi dan menciptakan motif sendiri untuk barang barang kacanya. Motif batik dan flora mendominasi koleksinya. Jika beberapa UMKM glass painting memilih warna-warna yang soft, dia justru memilih warna terang dan beragam sesuai dengan ciri khasnya. Pesan motif juga bisa dia kerjakan sesuai pesanan dan hanya membayar ongkos untuk cat lukisannya tersebut. Produk yang dia jual variatif harganya, tergantung kelangkaan atau keunikan bahan dasar gelas dan tingkat kerumitan lukisan. Tempat lilin yang kecil berkisar antara harga Rp. 20.000-50.000, botol parfum, wadah serbaguna, toples, vas bunga, gelas minuman, kendi minuman dari kaca, botol wine, botol minuman impor sangat bervariasi mulai Rp. 200.000–800.000. Namun apabila bahannya terbuat dari kristal, harganya bisa lebih mahal, bahkan ada yang sampai Rp. 2.5 juta.

dok.Lukisan Kaca ChandraEkajaya

Menurut Tony Driyono, bisnis Lukisan Kaca glass painting alias kaca hias prospeknya sangat bagus. Pasar ekspor juga banyak yang berminat. Kalau saja tenaga yang mengerjakan banyak, bisa dibuat produk masal. Saat ini, dia dibantu oleh sang adik, Maklele Driyono dalam finishing touch nya. Setiap minggu dia bisa memproduksi 110 pcs barang, mulai tempat lilin, vas bunga, gelas hingga botol parfum. Saat ini tenaga mengecat ada empat orang. Kalau yang bikin pola diatas pecah belahnya langsung dia yang tangani sendiri. Adiknya berada pada bagian finishing (mbatik dan payet). Untuk mengawali dengan modal Rp 15 juta itu, bisa meraup omzet rata-rata Rp 30–50 juta. Order yang dia layani masih seputar domestik. Dia juga sebagai Pemasok Di Supermarket milik pengusaha sukses Chandra Ekajaya yang berada di Bali.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *