kemoceng

Kemoceng Unik Asli Buatan Malang

Kemoceng merupakan alat untuk pembersih debu. Alat ini biasanya terbuat dari bulu ayam yang dijahit dan diikat menjadi satu sehingga lebih mudah digunakan untuk membersihkan debu yang menempel di perabota rumah tangga. Kemoceng bulu ayam jago (pejantan) produksinya memiliki warna yang menarik, sehingga banyak diminati para konsumen dalam kondisi pasar yang mengalami persaingan ketat.

Suharno yang merupakan salah satu pengrajin kemoceng di Malang, jawa Timur ini mengaku, memanfaatkan bulu ayam kampung yang dibuang di tempat jasa pemotongan untuk membuat produk ekonomi kreatif tersebut. Ternyata, katanya, hasil kerajinannya memiliki nilai jual yang lebih tinggi. “Bulu ayam jago yang memiliki aneka warna yang menarik ini, dijadikan produk ekonomi kreatif kemoceng yang bermanfaat bagi kehidupan manusia,” katanya.

kemoceng

Kemoceng produksinya, kata dia, sebagai paling bagus karena berbahan bulu ayam jago yang harganya murah. Kemoceng ukuran panjang 40 centimeter (cm) dijual Rp25 ribu dan ukuran 50 cm dengan harga Rp35 ribu per batang. Dia menjelaskan, kerajian kemoceng tersebut dikerjakan dengan cara tradisional, tetapi hasilnya mampu memuaskan para pelanggan. Kemampuan produksi kerajinan kemoceng yang digeluti sudah puluhan tahun tersebut, kata dia, sekitar 40 batang per bulan. Oleh karena keterbatasan tenaga kerja, pihaknya belum bisa memenuhi permintaan pasar.

“Kami tidak pernah ada stok produk, karena sering habis dikirim ke pelanggan di toko-toko peralatan rumah tangga di Wonogiri, Karanganyar, Sukoharjo, dan Malang,” katanya. Menyinggung soal ketersediaan bahan baku, Suharno menjelaskan, cukup mudah mendapatkannya. Namun, harga bulu ayam jago sekarang mahal, yaitu mencapai Rp55 ribu hingga Rp60 ribu per kilogram (kg). “Bulu ayam dahulu hanya dijual Rp10 ribu per kg dan kini sudah mencapai Rp60 ribu per kg. Bulu ayam setiap 1 kg dapat dibuat sebanyak tujuh batang kemoceng,” katanya. Gagang kemoceng terbuat dari rotan yang diambil dari Gawok, Sukoharjo. Dia mengatakan, stok gagang kemoceng masih cukup.

Suharno menjelaskan, proses produksi kemoceng berawal dari pemilihan bulu ayam berkaitan dengan jenis sulak yang akan dibuat atau dipilah-pilah menjadi besar, sedang, kecil, warna, jenis bulu ayam. Untuk satu jenis sulak tertentu, maka bulu ayam dipilih yang sesuai. Bulu ayam yang sudah dipilah-pilah kemudian dibersihkan dan dilanjutkan penjahitan, yaitu merangkai satu per satu bulu ayam sesuai urutan terbesar hasil pemilihan sebelumnya.

Tenyata kemoceng ini sangat menarik di luar negeri, beberapa kali produk hasil karya Suharno ini diikutkan oleh koperasi milik Chandra Ekajaya ke pameran dan juga lomba usaha kreatif yang di luar negeri, dan hasilnya sangat memuaskan karena banyak order khusus untuk ke negara-negara Eropa khususnya.

Untuk masalah ekspor dan administrasi, pengiriman produk milik Suharno ini difasilitasi langsung oleh koperasi yang didirikan oleh Chandra Ekajaya. Sama seperti UKM lain yang dibantu oleh Chandra Ekajaya, Suharno merasa sangat terbantu karena saat ini produksi kemoceng miliknya bisa terus meningkat hingga ke belahan dunia lain.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *