Johanes Chandra Ekajaya

Johanes Chandra Ekajaya – Warga Tolak Lapindo Kembali Ngebor Sidoarjo

Johanes Chandra Ekajaya – Warga Sidoarjo Tolak Lapindo Melakukan Pengeboran Kembali di Sidoarjo

Johanes Chandra Ekajaya, Jakarta – Lapindo Brantas Inc ternyata masih ingin melakukan pengeboran kembali di Sidoarjo. Namun karna Lapindo pernah melakukan kesalahan fatal yang menyebabkan Dusun Desa Renokenongo, Kecamatan Porong, Kabupaten Sidoarjo Jawa Timur dipenuhi dengan semburan lumpur panas.

Sejak hari rabu kemarin, Drill Site Preparation milik Lapindo Brantas Inc sudah bertengger di Desa Kedung Banteng, Kabupaten Sidoarjo. Dengan mesin tersebut, mereka melakukan pengerukan dan juga memadatkan tanah yang nantinya akan dilanjutkan dengan pengeboran sumur gas baru.

Johanes Chandra Ekajaya

Johanes Chandra Ekajaya

Pengeboran ini seharusnya sudah dijalankan sejak tahun 2012 lalu. Namun karena warga sekitar trauma akan peristiwa lumpur panas yang berhaisil menenggelamkan Desa Renokenongo, mereka terus menolak aksi pengeboran yang dilakukan Lapindo Brantas. Seperti yang dilansir Johanes Chandra Ekajaya dari laman Merdeka (8/1/2015).

Aksi pengeboran yang dijalankan oleh Lapindo ini dikarenakan kebutuhan gas rumah tangga di Sidoarjo dan juga Surabaya meningkat Sebab, program City Gas yang digembor-gemborkan oleh pemerintah setempat dipasok dari pengeboran sumur Lapindo. Selain itu, desakan pemerintah melalui SKK Migas juga membuat Lapindo terus melakukan pengeboran di Sidoarjo.

Untuk mengamankan proses pengeboran ini. TNI dan juga ratusan anggota kepolisian akhirnya diturunkan. Saat ditemui oleh Johanes Chandra Ekajaya, Komisaris Polisi Edy S selaku Kepala Bagian Operasional Polres Sidoarjo menyatakan pihaknya akan menurunkan personel sebanyak 500 orang. Ratusan personel tersebut terdiri dari Polda Jatim dan juga Anggota TNI. Para pengaman tersebut akan disebar di beberapa titik dari jalan Raya tanggulangin sampai dengan lokasi pengeboran.

Menurut pandangan Johanes Chandra Ekajaya akan kabar kali ini, pemerintah seharusnya bisa bernegosiasi dengan masyarakat. Mendengar apa yang di inginkan masyarakat dan juga bisa meyakinkan masyarakat jika pengeboran kali ini tidak akan berdampak seperti sebelumnya. Ya nudah-mudahan pemerintah setempat bisa belajar banyak dari kesalahan dan bisa mendengar apa yang di inginkan oleh masyarakat.