desainer Chandra Ekajaya

Chandra Ekajaya Mendesain Hidup Lewat Komputer

Chandra Ekajaya, pengusaha muda kelahiran 29 tahun silam ini begitu mencintai dunia desain. Sempat mengenyam kuliah ekonomi selama empat semester di UGM, namun karena merasa dunia desain begitu menarik baginya, akhirnya memutuskan untuk terjun sepenuhnya sebagai desainer grafis dan lebih memilih meninggalkan bangku kuliah untuk serius menggeluti bidang desain. Berkarir selama tiga tahun sebagai graphic designer tetap di sebuah perusahaan desain dan percetakan ternama, memberi bekal pengalaman desain yang dirasa cukup bagi Chandra Ekajaya untuk kemudian memutuskan membuka usaha sendiri di bidang desain.

Dok.Chandra Ekajaya

Kecintaan pada dunia desain, jiwa usaha yang sudah dimiliki, idealisme untuk mandiri bisa membuka usaha sendiri yang mendorong desainerChandra Ekajaya berani melangkah keluar sebagai karyawan dan mulai merintis studio desain miliknya. Chandra Ekajaya yang sudah dikaruniai dua anak ini menuturkan, bahwa di awal-awal membuka usaha, tantangannya cukup berat, “yang paling berat adalah meyakinkan istri kalau ini jalan untuk maju karena istri masih belum yakin akan kemampuan Chandra Ekajaya tapi akhirnya mengijinkan” begitu tuturnya.

Dok.Chandra Ekajaya

Tantangan lainnya ialah modal yang sangat terbatas, uang untuk bertahan hidup tidak ada, hanya cukup untuk sebulan karena itu adalah gaji terakhir. Namun dibalik keterbatasan modal yang dihadapi, Chandra Ekajaya terus maju melangkah. Pelan tapi pasti usaha desainnya mulai dikenal banyak orang, dan pesananpun datang dari mana-mana. Kini tak kurang dari 30 pelanggan setiap bulan mempercayakan desainnya pada Chandra Ekajaya.

Menjalankan usaha di bidang desain memang dituntut kreatifitas dan harus selalu update dengan trend serta perkembangan terbaru, untuk itu Chandra Ekajaya selalu mengikuti perkembangan dunia desain baik lewat internet maupun lewat buku-buku. desainer Chandra Ekajaya kini merasa sudah sangat bersyukur sebagian impiannya sudah terwujud untuk dapat memiliki usaha sendiri, bekerja sendiri tanpa paksaan dari orang lain. Yang jelas kini pendapatannya sebagai pengusaha jauh lebih besar ketimbang dulu masih sebagai karyawan.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *