bonsai

Bonsai, Tanaman Mini Dengan Nilai Estetik Tinggi

Bonsai adalah tanaman atau pohon yang dikerdilkan di dalam pot dangkal dengan tujuan membuat miniatur dari bentuk asli pohon besar yang sudah tua di alam bebas. Pernahkah terbesit mengapa harga tanaman ini bisa mencapai jutaan hingga milyaran rupiah? Apa sebabnya kaum bonsayer tak segan merogoh kocek belasan, puluhan, ratusan bahkan miliaran rupiah demi sepohon bonsai saja. Bahkan pecinta pohon mini ini ada yang enggan melepasnya kendati mendapat tawaran menggiurkan.

bonsai

Maka tak heran jika rata-rata penggemar yang terbilang berani adu harga datang dari kalangan tertentu, seperti pejabat dan pengusaha. Hal Ini menunjukkan betapa elegannya tanaman kerdil ini. Padahal ia hanya ditanam dalam pot dangkal yang nilai estetikanya dilihat dari bentuk dahan, daun, batang, dan akar. Jenisnya pun beraneka ragam nama, ada Anting Putri, Sianci, Pusu (Ki Tamiang), Caringin, Loa, Waru, Cemara Udang, Lohan Sung, Beringin Kimeng, Gulo Gumantung, Kemuning, Iprik, Hampelas, Asem, Pung, Kalimantan, dan banyak lagi.

Edi Priatmojo yang merupakan seorang seniman tanaman mini ini, sudah menggeluti profesinya ini sejak kecil dari bimbingan orangtuanya dahulu. Ia mengatakan bahwa yang membuat tanaman ini begitu mahal ialah karena prosesnya yang lama dan juga bentuk serta nilai seni yang merupakan unsur dari tanaman ini.

bonsai

Kendati demikian, jelas dia, prospek bisnis bonsai sendiri tidaklah punah. Aspek ekonomi banyak yang bisa terangkat dari perputaran pohon yang biasa dilombakan ini. Baginya merawat tanaman unik ini dengan cara budidaya jauh lebih baik ketimbang memburunya di alam lepas. Karena semakin diburu, pohon itu bisa lenyap. Hal ini pula berangkat dari sebuah kesadaran bahwa berburu bonsai akan berdampak negatif buat alam.

Pohon bonsai ditanam di pot berukuran mini yang di dalamnya sudah ditaburi pasir khusus. Bukan sembarang pasir, istilahnya pasir malang yang diambil dari gunung Galunggung. Lembut dan tembus air. Karenanya nutrisinya pun tidak sembarang. Ia harus menggunakan pupuk organik. Karena terlalu beresiko jika bonsai diberi asupan gizi oleh pupuk kimia.

Salah satu kolektor tanaman yang sering mengambil tanaman bonsai milik Edi ini ialah Chandra Ekajaya, ia merupakan seorang pengusaha di bidang agribisnis dan juga merupakan kolektor tanaman unik. Hampir tiap bulan ia selalu berkeliling ke beberapa daerah untuk mencari jenis tanaman yang unik dan juga jenis baru.

Chandra Ekajaya sering mengikutkan tanaman koleksinya ke beberapa kontes yang diadakan baik secara nasional dan internasional. Alasan Chandra Ekajaya mengambil bonsai dari kebun Edi ialah karena memang bonsai yang ada di kebun milik Edi sangatlah berkualitas dan mempunyai bentuk serta nilai estetik yang tinggi.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *