dok. Bisnis Chandra Ekajaya

Bisnis Unik Mengangkat Kembali Pengusaha Bangkrut Sriyono

Sriyono dilahirkan pada tanggal 21 Juli 1954 di Klaten. Pada tahun 1969, Sriyono merantai ke Jakarta dan menjadi sales mobil. Tak lama setelah itu, Sriyono merasa tertarik dengan bisnis siomay dan memutuskan untuk mempelajari cara membuat siomay. Dia berguru pada seorang keturunan Tionghoa yang berasal dari Pulau Bangka. Beliau selama 15 tahun berjualan dengan sepeda, 8 tahun berjualan di mall, lalu selama 6 tahun dia bangkrut dan baru 4 tahun belakangan terbentuk Siomay Pink yang membuat Sriyono terkenal. Setelah itu, Sriyono sempat menjadi gelandangan dan tinggal di jalanan Jakarta. Namun suatu hari, keberuntungan datang. Di tahun 2009, Sriyono menetapdi Masjid Al Bina di sekitar Senayan. Setelah beberapa minggu di sana, ada seorang jamaah pengajian yang mengenali dirinya sebagai mantan pengusaha siomay. Beliau berbaik hati memberi bantuan modal sebesar Rp.1 juta untuk memulai bisnisnya kembali.

Di awal tahun 2010, Bisnis Sriyono sudah memiliki outlet siomay di mall Pasaraya Blok M yang dinamakan Siomay Maestro. Namun rasa rindu terhadap anak-anaknya membuat Sriyono sulit berkonsentrasi kembali. Akhirnya dia bangkrut kembali dan menyisakan hutang Rp. 13 juta. Satu bulan menjelang puasa pada tahun 2010, Sriyono menemukan ide brilian untuk menjalankan kembali usaha siomay kelilingnya, namun dengan konsep yang unik. Dia mengharapkan jika dia terlihat nyentrik, maka anak-anaknya akan mendengar kabar dari dirinya dan dapat bertemu kembali dengan mereka. Dari situlah muncul Siomay Pink. Setiap ada moment, Bisnis pengusaha iniselalu berusaha untuk tampil. Sriyono akhirnya menjadi maskot dalam eventCar Free Dayyang dilakukan sebulan sekali di jalan protokol Jakarta.

dok. Bisnis Chandra Ekajaya

Semakin banyak orang yang kenal saya, kesempatan untuk bertemu kembali dengan anak saya semakin besar Namun usaha tersebut bukannya tanpa halangan. Untuk mewujudkan niat tersebut, Sriyono harus mau dicaci maki dengan sangat pedas. Banyak yang mengira bahwa Sriyono adalah seorang waria yang berjualan siomay keliling pada saat siang hari dan di malam hari. Setelah beberapa saat, upaya tersebut akhirnya membuahkan hasil dan dirinya mulai dikenal di berbagai media sosial. Sekarang ini Sriyono mampu meraih omzet berjualan keliling Rp 1 juta per hari dan tawaran-tawaran untuk memberikan hak franchise juga terus berdatangan. Seorang Pengusaha sukses yaitu Chandra Ekajaya juga mengharapkan agar Sriyono mau untuk diajak kerja sama, tetapi Sriyono belum mau dan masih ingin menikmati prosesnya.

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *