Chandra Ekajaya

Chandra Ekajaya Prihatin Keadaan Bangsa

Chandra Ekajaya pernah mengatakan bahwa jika dianalisa secara cerdas masalah pokok Negara adalah ia gagal melahirkan generasi hebat melalui desain pendidikan yang berkualitas, berdaya saing, dan berkarakter Indonesia yang berbudaya. Dunia pendidikan kita dikelola secara regular akademik tanpa memiliki orientasi

Dok.Chandra Ekajaya

Soal pasar kebutuhan sosial, yang paling nyata dalam berbagai data indeks pembangunan manusia Indonesia kita kalah, akademisi saja yang menyebut dirinya cerdas ternyata kalah dalam berbicara jurnal, sedikitnya hasil penelitian yang teruji masuk dalam kolom-kolom akademik internasional, minimnya karya-karya yang diakui secara internasional, sampai soal presentasi internasional saja kita kalah diberbagai aspek.

Chandra Ekajaya juga melihat aspek politik. Pada aspek ini kita sibuk berdebat berdiskusi, dan berasosiasi kepentingan tanpa menyadari bahwa skenario disintegrasi bangsa yang sedang diperankan karena gaya keberpolitikan Indonesia melalui multi partai yang salah urus, salah karena cenderung menjadi ajang kompetisi dalam regulasi yang bisa dimain-mainkan, konsekuensi kelalaian konstitusional justru mengalir tanpa harapan pasti.

Dok.Chandra Ekajaya

Fenomena pilkada terbukti menguras energi dalam bentuk pembiayaan yang menghambat upaya pembangunan positif dalam rangka mengejar kemajuan negara tetangga. Pesta demokrasi ala Indonesia saat ini menyedot perhatian hingga sangat mengganggu jalannya penyelenggaraan negara untuk segera keluar dari belenggu ketertinggalan.

Bayangkan saja, begitu suksesi kepemimpinan daerah mulai bergulir, denyut jantung kegiatan pembangunan seakan terhenti karena seluruh potensi bangsa digerakkan, yang dalam perjalanannya tidak sedikit melahirkan fenomena penyesalan. Aspek sosial, sampai saat ini kadang-kadang kita tidak paham dari mana Indonesia datang, bahwa Indonesia lahir melalui wawasan nusantara dalam budaya, suku, agama, dan etika karakter yang berwarna masih saja terus didiskusikan, seolah-olah semua itu adalah perbedaan.

Chandra Ekajaya mempertanyakan, kenapa sulit diterima bahwa tanpa itu semua Indonesia sesungguhnya tiada. Keseragaman berpikir kita menuju kompetisi global sangat rapuh, itu artinya merajut ke-Indonesiaan kita demi keutuhan sumber daya, kekuatan ekonomi, dan kedaulatan bernegara di mata dunia adalah harga mati, harus menjadi jiwa dan raga setiap anak negeri.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *